<p dir="ltr">Tulisan ini menganalisis Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU‑CEPA) dari perspektif geopolitik ekonomi global. Dengan menggunakan kerangka neomerkantilisme modern, teori ketergantungan, dan triangulasi geopolitik, naskah ini menyoroti bagaimana posisi Indonesia dalam tatanan perdagangan internasional tidak netral, melainkan sarat dengan tarik-menarik kepentingan antara Global Utara dan Selatan.</p><p dir="ltr">Indonesia, sebagai eksportir sumber daya strategis, berada dalam posisi strategis sebagai “poros adaptif” antara kekuatan besar dunia. IEU‑CEPA dalam tulisan ini tidak dibaca sebagai kesepakatan teknis, tetapi sebagai instrumen perebutan pengaruh dan alat normalisasi nilai dari Uni Eropa. Tulisan ini juga menawarkan serangkaian strategi adaptif dan rekomendasi kebijakan agar Indonesia tidak jatuh ke dalam jebakan dependensi baru.</p>