Summarized progress report (October 2017): Assessment of sanitation and water supply system based on longitudinal IFLS data

<p>Kesehatan masyarakat belum banyak dihubungkan dengan properti fisik lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara data kesehatan masyarakat dengan data fisik infrastruktur dan kualitas sumber air dari IFLS dan data kualitas air tanah sebagai salah satu sumber air terbesar yang digunakan oleh masyrakat Indonesia, khususnya Bandung.</p><p>Kami mengambil data kualitas air di sebanyak 70 titik sumur warga dengan kedalaman bervariasi antara 6 hingga 20 m. Konsentrasi tujuh ion utama dianalisis dengan tambahan pengukuran temperatur, TDS, dan pH di lapangan menggunakan peralatan jinjing yang ringan. Khusus di kawasan bantaran Sungai Cikapundung, kami melakukan identifikasi kandungan bakteriologi, dalam hal ini bakteri E coli. Kemudian di beberapa lokasi, kami dibantu mahasiswa S1, juga melakukan pengukuran berulang (time series) sebanyak empat kali dalam sehari, untuk melihat fluktuasi parameter temperatur, TDS, dan pH pada air sungai.</p><p>Hasilnya cukup menarik, saat data IFLS dan data penderita diare di Puskesmas, menunjukkan adanya korelasi positif antara kualitas infrastruktur sumber air dengan jumlah penderita diare. Hal ini didukung dengan peningkatan kandungan E coli di air S. CIkapundung sebesar hampir 2 kali lipat antara kawasan hulu dengan kawasan hilir. Kondisi ini berimbas kepada air tanah, karena pada daerah selatan (dari Viaduct ke Dayeuhkolot), air sungai meresap ke dalam akuifer. Dari sini, kami berpendapat bahwa akan terjadi interaksi yang sangat intensif antara air sumur warga di sekitar sungai (khususnya yang menggunakan pompa) dengan air sungai.</p><p>Untuk meningkatkan kontribusi kepada ITB dan Kota Bandung pada umumnya, kami mengusulkan adanya portal data hidrologi yang dikelola bersama antara Pemkot Bandung dan ITB agar data didapatkan secara rutin dan dapat dianalisis kapanpun. Hal ini kami usulkan karena seringkali analisis tidak dapat dilakukan secara instan, karena perlu diawali dengan tahapan mencari data.</p><p>Selain itu, riset ini juga menambah contoh riset terbuka kepada para dosen/peneliti dengan cara: membuat repositori data dan repositori riset yang terbuka (selain Simlitabmas yang masih tertutup), membuat artikel blog yang diperbarui mengikuti perkembangan riset, serta membudayakan konsep open access, yang mana seluruh luaran riset ini bebas untuk dibaca, digunakan/dianalisis ulang, dan dipadukan dengan hasil yang lain (<em>free to read, reuse, remix</em>), untuk berbagai keperluan pembaca.</p>